Momentum Perkuat Kelembagaan Seusai Perubahan Nomenklatur Kementerian
Penataan kelembagaan yang telah dilakukan Presiden Jokowi diiringi harapan publik pada perbaikan kinerja pemerintah. Besarnya ekspektasi publik bisa menjadi modal memperkuat kinerja lembaga.
Setelah isu perombakan kabinet bergerak liar di ruang publik, Presiden Joko Widodo akhirnya berhenti pada pengisian jabatan menyesuaikan dengan perubahan nomenklatur beberapa kementerian dan lembaga. Tak ada nama baru yang masuk jajaran kabinet. Sejumlah pejabat mengemban pekerjaan tambahan akibat penataan kelembagaan.
Melihat perubahan struktur yang dilakukan, Presiden tampak ingin memperkuat kelembagaan di dua sektor, yakni ekonomi dan pendidikan. Menurut catatan sejumlah survei dan jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas selama periode pandemi Covid-19, dua sektor ini memang kerap menjadi sorotan utama publik terkait kinerja pemerintah.