logo Kompas.id
β€Ί
Risetβ€ΊIndonesia di Saat Krisis dan...
Iklan

Indonesia di Saat Krisis dan Resesi

Lebih dari dua dekade terakhir, Indonesia mengalami dua kali krisis. Pandemi Covid-19 membawa Indonesia ke situasi yang lebih jauh, yakni resesi.

Oleh
GIANIE
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/f6tf8jDJ3xGHTfY5wdNwX8QBh50=/1024x1305/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F01%2Fkompas_tark_1712908_126_1.jpeg
KOMPAS/PRIYOMBODO

Petugas teller menghitung lembaran uang rupiah di  BNI Syariah di Jakarta, Selasa (20/8/2013). Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 53 poin ke lever Rp 10,504 per dollar AS. Pasar finansial Indonesia pada perdagangan Selasa terus terpuruk dan dikhawatirkan krisis tahun 1998 terjadi lagi.

Ketahanan bangsa menghadapi ujian melalui berbagai kebijakan dalam mengelola krisis dan resesi terhadap berbagai aspek kehidupan. Tahun ini, Indonesia dipastikan mengalami resesi karena pertumbuhan ekonomi yang negatif selama dua triwulan berturut-turut.

Pemerintah, minggu lalu, menyampaikan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan III-2020 menjadi kisaran negatif 1 persen hingga negatif 2,9 persen. Perkiraan Bank Pembangunan Asia (ADB), September lalu, menyebutkan, pada tahun 2020 ini Indonesia bertumbuh sebesar negatif 1 persen.

Editor:
bimasakti
Bagikan