Strategi Elektoral
Tuah Elektoral Partai Oposisi
Berada di luar pemerintahan tak selamanya berarti kekalahan bagi partai politik. Dalam dua dekade terakhir, parpol yang mengambil peran sebagai oposisi justru bisa mencuri simpati publik yang berujung elektabilitas.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2021%2F11%2F23%2Ff3904045-4a44-4395-87e8-311915216cc6_jpeg.jpg)
Suasana Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/12/2016).
Twibbon berisi pernyataan politik dan foto wajah para politisi Partai Demokrat mendominasi di antara 5.000 unggahan akun Instagram resmi @pdemokrat. Ide pokok setiap gagasan dituliskan dengan huruf kapital. Beberapa di antaranya juga diberi latar belakang merah, seolah memberikan penekanan.
”Wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) merebak jelang Idul Adha, Demokrat minta pemerintah beri anggaran khusus,” sebagaimana tertulis dalam unggahan terakhir akun Instagram Partai Demokrat, Sabtu (18/6/2022). Judul besar itu diikuti dengan pernyataan senada dari anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Demokrat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang sama-sama mengingatkan bahwa anggaran khusus penanganan penyakit mulut dan kuku diperlukan. Tanpa intervensi di ranah anggaran, mewabahnya penyakit tersebut dinilai bisa mengancam perekonomian peternak.