logo Kompas.id
β€Ί
Politik & Hukumβ€ΊKisah Taufik, Tertembak Saat...
Iklan

Kisah Taufik, Tertembak Saat Berusia Dua Tahun dalam Konflik Aceh

Perdamaian Aceh kini berusia 16 tahun. Melalui dana otonomi khusus, Aceh terus membangun. Namun, penyelesaian hak reparasi korban konflik masih belum tuntas, padahal keadilan ekonomi dan pemulihan trauma korban penting.

Oleh
ZULKARNAINI
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/maTQu8lLoBkBY0yK5WoO9mvUWv0=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2FWhatsApp-Image-2021-08-15-at-17.06.59_1629027538.jpeg
KOMPAS/ZULKARNAINI

Taufik (23), warga Aceh Barat Daya, Aceh, Minggu (15/8/2021), memperlihatkan kliping koran yang memberitakan dirinya tertembak saat berusia dua tahun. Korban konflik Aceh berharap penyelesaian reparasi segera dilakukan.

Saat berusia dua tahun, Taufik (23), warga Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, terkena tembakan. Dia adalah korban langsung dari konflik di Aceh. Kini, Aceh sudah damai, tetapi suara korban belum sepenuhnya terdengar.

Dengan mengapit sebuah map, Taufik masuk ke aula tempat seremonial peringatan 16 tahun hari perdamaian Aceh, Minggu (15/8/2021), di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Map itu berisi kliping koran tentang berita penembakan yang dia alami saat berusia dua tahun, foto, dan salinan ijazah.

Editor:
aufrida wismi
Bagikan