logo Kompas.id
Politik & HukumBaliho Politik Tanda Hilangnya...
Iklan

Baliho Politik Tanda Hilangnya Empati Elite di Tengah Pandemi Covid-19

Pembangunan yang mekanistis akhirnya menyebabkan keringnya nilai-nilai kemanusiaan. Desvian Bandarsyah, Dekan FKIP Universitas Hamka, Jakarta, menyatakan, hal itu terlihat dengan dipasangnya baliho elite saat pandemi.

Oleh
Edna C Pattisina
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/evJDe9kBNsC6aZKWhImxCd_YXZM=/1024x768/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2F3f03b7b9-e87f-4ab9-b128-58f713956c23_jpg.jpg
KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA

Jamris Taek (58), korban bencana Seroja di Kupang, NTT, Jumat (13/8/2021). Meski di tengah ancaman kenyamanan tempat tinggal, ia mengajak warga di wilayah itu tetap memasang bendera Merah Putih menjelang 17 Agustus 2021.

JAKARTA, KOMPAS  — Pembangunan yang mekanistis pada akhirnya menyebabkan keringnya nilai-nilai kemanusiaan. Hal itu justru mengingkari tujuan awal dari kemerdekaan RI, yaitu untuk melawan penjajahan dan menegakkan keadilan.

Desvian Bandarsyah yang merupakan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Hamka, Jakarta, dalam diskusi virtual bertajuk ”76 Tahun Kemerdekaan Indonesia dalam Perspektif HAM”, Rabu (18/8/2021), menyatakan, hilangnya nilai-nilai kemanusiaan itu tampak nyata ketika elite partai masih bisa memasang baliho di tengah-tengah pandemi Covid-19.

Editor:
Suhartono
Bagikan