logo Kompas.id
β€Ί
Politik & Hukumβ€ΊKekurangan Alat Pelindung Diri...
Iklan

Kekurangan Alat Pelindung Diri Disusulkan

Kekurangan sekitar 20 persen alat pengukur suhu tubuh untuk pilkada dari total kebutuhan sekitar 300.000 unit mulai didistribusikan. Kesiapan alat pelindung diri amat penting di tengah kasus Covid-19 yang belum turun.

Oleh
Tim Kompas
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/FntNAh7ILN61vvrgPuS-nQvyNE4=/1024x683/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F12%2Ff468d3de-0d44-4d1c-ba3b-64956980a334_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Baju hazmat yang disiapkan petugas Panitia Pemilihan Kecamatan untuk dikemas sebagai bagian dari logsitik Pilkada Kota Tangerang Selatan di GOR Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (3/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS - Kurang sepekan sebelum hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 yang akan digelar pada Rabu (9/12/2020), sebagian alat pelindung diri untuk pencegahan Covid-19 di tempat pemungutan suara dalam proses pendistribusian. Kekurangan alat pelindung diri akan didistribusikan menyusul, dan ditargetkan sudah tiba di TPS paling lambat sehari sebelum pemungutan suara.

Sebagian besar alat pelindung diri (APD), seperti baju hazmat, disinfektan, masker, sarung tangan lateks, dan pelindung wajah, sudah didistribusikan dari kabupaten/kota ke kecamatan. Di sejumlah daerah, APD sudah didistribusikan ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). APD yang cukup banyak belum didistribusikan ialah pengukur suhu tubuh (thermogun).

Editor:
Antony Lee
Bagikan