logo Kompas.id
›
Politik & Hukum›Zumi Mengaku Diancam Anggota...
Iklan

Zumi Mengaku Diancam Anggota DPRD

Oleh
Riana A Ibrahim
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/zylM5pg_7a2hg0ZECGQHKqMaOgI=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F09%2F20180823_KORUPSI_A_web.jpg
KOMPAS/ALIF ICHWAN

Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola  menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  Jakarta, Kamis (23/8/2018) lalu. Saat itu, agenda sidang adalah pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Zumi Zola didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 40,44 miliar dan US$ 177.300 terkait proyek di Pemerintahan Provinsi Jambi serta didakwa menyuap 52 anggota DPRD Jambi sebesar Rp16,4 miliar.

JAKARTA, KOMPAS – Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola mengaku tidak menyepakati keberadaan uang ketok palu untuk pengesahan APBD, tetapi desakan dari para anggota DPRD Provinsi dan ancaman tidak menyetujui Rancangan APBD membuatnya terpaksa memenuhi keinginan tersebut. Uang yang disebut dinikmatinya untuk keperluan pribadi dan keluarganya pun mulai dikembalikan melalui Komisi Pemberantasan Korupsi.

Hal ini diungkap Zumi saat menjalani pemeriksaan terdakwa dalam perkara suap dan gratifikasi yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (29/10/2018). Semestinya, pemeriksaan terdakwa terhadap Zumi dilakukan pada pekan lalu tapi ditunda karena kondisi Zumi sedang tidak sehat sehingga hakim menolak untuk melanjutkan persidangan.

Editor:
Bagikan