logo Kompas.id
OpiniKebanggaan dan Inspirasi dari ...
Iklan

TAJUK RENCANA

Kebanggaan dan Inspirasi dari Paris

Keterbatasan tidak menghalangi atlet disabilitas berprestasi di Paralimpiade 2024. Mereka membanggakan Indonesia.

Oleh
REDAKSI
· 1 menit baca
Ganda campuran SL3-SU5 Indonesia, Hikmat Ramdani/ Leani Ratri Oktila, mengibarkan "Merah Putih" seusai mempersembahkan medali emas pertama Indonesia di Paralimpiade Paris 2024 di Porte de la Chapelle Arena, Paris, Prancis, Senin (02/09/2024).
NPC INDONESIA/AGUNG WAHYUDI

Ganda campuran SL3-SU5 Indonesia, Hikmat Ramdani/ Leani Ratri Oktila, mengibarkan "Merah Putih" seusai mempersembahkan medali emas pertama Indonesia di Paralimpiade Paris 2024 di Porte de la Chapelle Arena, Paris, Prancis, Senin (02/09/2024).

Tak perlu menunggu terlalu lama untuk menanti berita gembira dari perhelatan Paralimpiade Paris 2024. Kompetisi baru memasuki hari ketiga, 31 Agustus 2024, kontingen Indonesia telah masuk dalam daftar negara peraih medali melalui perjuangan sprinter Saptoyogo Purnomo.

Pelari cepat berusia 25 tahun yang sempat mengalami perundungan di masa sekolah itu membuktikan dirinya adalah sprinter elite dunia. Berlaga di nomor lari 100 meter putra klasifikasi T37 bagi atlet dengan keterbatasan gerak termasuk akibat cerebral palsy, Saptoyogo meraih medali perak, yang menjadi medali pertama Indonesia di Paris 2024.

Editor:
JOHANES WASKITA UTAMA
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 6 dengan judul "Kebanggaan dan Inspirasi dari Paris".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan