logo Kompas.id
›
Opini›Awan Berarak Jalan Bersimpang
Iklan

Awan Berarak Jalan Bersimpang

Lukisan Awan Berarak Jalan Bersimpang mengingatkan kita bahwa jika hukum dan etika dikangkangi, maka bisa menuai khaos.

Oleh
SUWARNO WISETROTOMO
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/oX5X_iDISS1Iv8GNChlUIMDPLig=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F01%2F07%2F2c4dbea4-0fe3-4e57-9bcb-8ea0cfb29b24_jpg.jpg

Karya seni dipercaya sebagai penanda zaman. Tak jarang karya itu—seni rupa, desain, sastra, film dengan ragam variannya—terasa menyengat kesadaran penontonnya. Karena itulah sering kali seniman diprasangkai oleh pihak-pihak yang dijadikan sasaran kritik, antara lain elite politik dan penguasa.

Seniman—pelukis, pematung, perelief—Harijadi Sumodidjojo (1919-1997) dapat disebut sebagai contoh. Tumbuh di masa revolusi Indonesia, sempat menjadi anggota Tentara Pelajar Brigade 17 wilayah Kedu Selatan dan menjadi Komandan Detasemen Zeni Brigade 17 (Ireng Laras Sari, 2015), ia melahirkan karya-karya lukisan dengan pesan pekat.

Editor:
YOVITA ARIKA
Bagikan