logo Kompas.id
OpiniKasta Kata
Iklan

Bahasa

Kasta Kata

Kesalahan menempatkan kata sesuai dengan kasta dapat menyebabkan persepsi yang salah. Nilai etika patut dipertimbangkan.

Oleh
TENDY K SOMANTRI
· 1 menit baca
Frasa <i>tewas terpanggang</i> tampaknya merupakan hasil usaha jurnalis mendeskripsikan fakta dengan beranalogi.
SUPRIYANTO

Frasa tewas terpanggang tampaknya merupakan hasil usaha jurnalis mendeskripsikan fakta dengan beranalogi.

Sudah lama frasa tewas terpanggang pada judul berita peristiwa kebakaran mengganggu imajinasi saya saat membacanya. Misalnya pada judul berita yang ditemukan pada media daring ini: ”Tragis! Jasad Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Terpanggang”. Ratusan judul serupa dapat ditemukan di berbagai media daring lainnya. Saya merasa ada kesantunan dan rasa empati yang terganggu.

Apakah awak media tidak lagi menghargai nyawa manusia sehingga menyebutkan korban dengan frasa tewas terpanggang? Apakah mereka tidak lagi punya empati terhadap keluarga korban dengan memberi gambaran yang sadis?

Editor:
EVY RACHMAWATI
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 8 dengan judul "Kasta Kata".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Memuat data...
Memuat data...