Timur Tengah
Kompleksitas Yaman dan Gerakan Houthi
Houthi mungkin sedang bermimpi, tetapi mimpi mereka bukanlah ”Dinasti Zaidiyah”, melainkan negara Yaman yang modern.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F03%2F14%2F0d2df262-d3e9-4375-adb7-7cb269e18983_jpg.jpg)
Ilustrasi
Belakangan ini dunia banyak menyoroti gerakan Houthi di Yaman, sejalan dengan upaya mereka membela Palestina. Sejatinya, gerakan Houthi, yang aslinya bernama Ansharullah, bukanlah fenomena baru dalam politik Yaman, setidaknya jika kita menarik garis waktu mundur hingga 20 tahun silam (2004).
Sejak Oktober 2023, keputusan Houthi—yang kini menjadi penguasa de facto Yaman—untuk memblokade kapal-kapal yang diduga berasal dari dan sedang bergerak menuju Israel di Laut Merah—demi mendukung Palestina—telah mencuatkan kembali nama kelompok ini ke panggung dunia.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 7 dengan judul "Kompleksitas Yaman dan Gerakan Houthi".
Baca Epaper Kompas