logo Kompas.id
OpiniTimur Tengah, Agama, dan...
Iklan

Timur Tengah

Timur Tengah, Agama, dan Religiositas

Kenapa sebagian masyarakat Timteng menjadi ateis? Fenomena ateisme di Timteng sebetulnya sama dengan fenomena teisme di AS. Keduanya tak ada yang aneh karena sama-sama sebuah fenomena sosial yang lumrah.

Oleh
SUMANTO AL QURTUBY
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/ZeHU8nCqmrNpdnF20jOAOJrUp1c=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F06%2F16%2Fd97f65bc-9dc7-4a7e-adfa-e9201c162654_jpg.jpg

Jagat maya belakangan ramai membicarakan fenomena ateisme di Timur Tengah, khususnya di negara-negara Arab. Hal ini menyusul laporan sebuah media yang mengutip hasil jajak pendapat, survei, dan laporan sejumlah lembaga tentang fenomena menurunnya populasi umat beragama di satu sisi, serta tren berkembangnya kelompok ateisme, agnotisisme, atau non-agama di pihak lain.

Ramainya respons publik itu tak lepas dari asumsi bahwa Timteng merupakan ”kawasan Islam” dan penghuninya merupakan pengikut agama yang taat dan bahkan fanatik.

Editor:
SRI HARTATI SAMHADI, YOHANES KRISNAWAN
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 6 dengan judul "Timur Tengah, Agama, dan Religiositas".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Memuat data...
Memuat data...