Derai-derai Sarinah…
Ketakjuban kurang lebih serupa saya alami dua pekan lalu tatkala mengunjungi Sarinah. Saya tercengang melihat bagaimana Mira Lesmana dan timnya mengajak para perupa mengekspresikan sajak-sajak Chairil dalam seni video.
Di Sarinah, pusat perbelanjaan ikonik di Jalan MH Thamrin, Jakarta, sajak Chairil Anwar ”Derai-derai Cemara” terasa chaotic bagi saya. Diungkapkan dalam bahasa visual video art, ia tak lagi liris seperti ketika saya menikmatinya sebagai bacaan: ”Cemara menderai sampai jauh/Terasa hari akan jadi malam…” dan seterusnya.
Jangan keburu mengira saya sedang menilai apalagi menghakimi mana lebih super di antara dua medium berbeda tersebut. Di sini, dalam pameran di lantai 6 gedung Sarinah, yang tengah merevitalisasi diri untuk tetap jadi ikon Ibu Kota seperti dulu dicita-citakan Bung Karno, saya merasakan perubahan zaman.