logo Kompas.id
OpiniMabuk Agama
Iklan

Mabuk Agama

Tepatkah ungkapan ”mabuk agama” jika disematkan kepada orang yang tindakannya merusak tatanan sosial?

Oleh
Ahmadul Faqih Mahfudz
· 1 menit baca
Polisi menyita 750 botol minuman beralkohol oplosan di Markas Polda Sumsel, Kamis (27/5/2022), di Palembang.
KOMPAS/RHAMA PURNA JATI

Polisi menyita 750 botol minuman beralkohol oplosan di Markas Polda Sumsel, Kamis (27/5/2022), di Palembang.

”Dari hari ke hari makin banyak orang mabuk agama,” kata Kang Tarjo, suatu malam, di pos ronda kampung kami. Tetangga saya ini kemudian mencontohkan beberapa kasus yang, bagi dia, terjadi karena para pelakunya mabuk agama.

Kata mabuk dan agama secara makna bertentangan. Mabuk mengarah pada aktivitas tidak baik, setidaknya, dalam norma masyarakat kita. Sebaliknya, agama justru muasal berbagai ajaran kebaikan.

Editor:
ICHWAN SUSANTO
Bagikan