Surat Pembaca
Perpustakaan Pribadi
Mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas telah menyumbangkan perpustakaan pribadinya ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Luar Negeri sehingga dapat dinikmati oleh generasi penerus.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F09%2F04%2F84c9683e-0023-4d08-b648-c05d2a388b10_jpg.jpg)
Salah satu sisi rak buku di perpustakaan Baca di Tebet, Jakarta Selatan. Perpustakaan ini pertama kali dibuka pada Februari 2022.
Dalam waktu berdekatan, Indonesia kehilangan dua tokoh intelektual bangsa. Mereka adalah Ahmad Syafii Maarif, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, dan Azyumardi Azra, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan Ketua Dewan Pers Indonesia. Tulisan-tulisan mereka sangat mencerdaskan.
Membaca tulisan-tulisan yang begitu mendalam, luas, dan mencakup berbagai bidang untuk membangun bangsa dan negara, saya berasumsi tentunya didukung perpustakaan pribadi yang cukup komplet. Saya ingin tahu siapa penerus penggunaan perpustakaan pribadi itu?
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 7 dengan judul "Surat Kepada Redaksi".
Baca Epaper Kompas