Surat Pembaca
Kebiasaan ”Nyinyir”
Pertanyaan saya, bagaimana caranya agar vaksinasi dosis kedua tetap bisa saya dapatkan? Logikanya, karena saya sudah terdaftar resmi di Halodoc, itu berarti saya sudah tidak terdaftar di puskesmas/RS mana pun.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F02%2F326d8f1f-9dd7-4b1b-9acc-2a42199fe41e_jpg.jpg)
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (kanan) bersama Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani memberikan penjelasan kepada wartawan terkait maraknya berita palsu (hoaks) dari portal, pesan instan, maupun media sosial terkait virus corona (novel coronavirus/2019-nCoV) di Kantor Kementrian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (3/2/2020). Johnny menyatakan Kominfo mencatat setidaknya sampai saat ini ada 54 hoaks yang beredar terkait virus mematikan ini. Kominfo akan melakukan sejumlah langkah seperti memblokir hingga langkah hukum terhadap penyebar hoaks yang meresahkan masyarakat.Kompas/Heru Sri Kumoro03-02-2020
Dalam kehidupan bermasyarakat, kita sering bertemu dengan orang-orang yang berperilaku ”nyinyir”. Ciri khas mereka adalah suka memberi komentar negatif, bahkan mencela apa saja yang dilakukan orang lain.
Semakin ditanggapi, akan semakin bertambah nyinyir, karena itu memang tujuan orang-orang nyinyir. Mereka mencari panggung dan suka mendapat perhatian.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 7 dengan judul "Surat Kepada Redaksi: Kebiasaan ”Nyinyir”".
Baca Epaper Kompas