Bulu Tangkis
Jangan Sekadar Evaluasi Bulu Tangkis di Atas Kertas
Kegagalan meraih medali untuk pertama kalinya di Asian Games menjadi peringatan keras bagi bulu tangkis Indonesia. Pada tahun terakhir kepengurusan, PP PBSI 2020-2024 harus serius berbenah untuk Olimpiade.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F10%2F05%2F0ef87d4d-0bb4-41df-896f-ed9b59d30de0_jpg.jpg)
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, berusaha mengembalikan kok pebulu tangkis China, Li Shifeng, di perempat final bulu tangkis tunggal putra Asian Games Hangzhou 2022 di Binjiang Gyamnasium BDM, Hangzhou, China, Kamis (5/10/2023). Ginting kalah 13-21, 17-21 dari Li Shifeng.
Tanpa medali dari Asian Games dialami tim bulu tangkis Indonesia untuk pertama kalinya setelah bersaing di Hangzhou, China, 28 September-7 Oktober 2023. Hasil yang sama bisa terulang di Olimpiade Paris 2024, sepuluh bulan mendatang, jika Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia tak berbenah.
Asian Games adalah persaingan atlet multicabang di tingkat kontinental. Untuk bulu tangkis, level persaingannya tak berbeda jauh dengan Olimpiade. Faktor pembeda hanya tidak adanya beberapa pemain Eropa top dunia, seperti Viktor Axelsen, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, dan Thom Gicquel/Delphine Delrue.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 14 dengan judul "Jangan Sekadar Evaluasi ".
Baca Epaper Kompas