PIALA DUNIA FIBA 2023
Standar Terbalik ”Dunia” Yago Santos
”Guard” Brasil, Yago Santos, mungkin tidak setinggi pebasket lain, tetapi dia mampu menjadikan kekurangan itu sebagai kelebihan terbesarnya.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F08%2F30%2Fabfee73e-2c9c-4c70-87cd-a1fe38325bc4_jpg.jpg)
Tim bola basket Brasil (kiri) dan Pantai Gading masuk lapangan jelang laga terakhir Grup G Piala Dunia FIBA 2023 di Stadion Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (30/8/2023). Brasil mengalahkan Pantai Gading, 89-77, dan mendampingi Spanyol ke babak kedua.
JAKARTA, KOMPAS — Permainan bola basket selalu dikatakan milik orang-orang bertubuh tinggi. Di Stadion Indonesia Arena, Jakarta, pada Rabu (30/8/2023), teori itu dihancurkan guard Brasil, Yago Santos (24). Pemain dengan tinggi hanya 1,78 meter itu menjadi pahlawan Brasil dalam laga hidup atau mati melawan Pantai Gading.
Brasil, tim peringkat ke-13 dunia, sukses meraih tiket terakhir ke babak kedua setelah menang atas Pantai Gading, 89-77. Dengan rekor dua kali menang dan sekali kalah, mereka mendampingi pemuncak klasemen, Spanyol, sebagai wakil dari Grup G. Pantai Gading harus puas di peringkat ketiga dengan rekor satu kali menang dan dua kali kalah.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 14 dengan judul "Antitesis Dunia Santos".
Baca Epaper Kompas