PARALIMPIADE
Menjaga Pesona Olahraga Disabilitas
Segudang prestasi olahraga disabilitas yang begitu memesona pada 2021 patut dijaga. Lonjakan prestasi tahun ini hanyalah pijakan kesukesan untuk Paris 2024.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F3cce0e04-dd0e-48cc-8750-c8222c2c08bc_jpg.jpg)
Pelari Susan Unggu dari Sulawesi Utara (kedua dari kanan) melaju saat berlaga pada babak final nomor lari 100 meter putri klasifikasi T11 Pekan Paralimpiade Nasional Papua di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (8/11/2021). Susan meraih emas setelah memenangi pertandingan itu dengan catatan waktu 14,06 detik.
Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Papua 2021 sukses menyulut asa regenerasi. Ajang empat tahunan, yang selalu didominasi wajah sama selama satu dekade terakhir, tampak berbeda kali ini. Rupa-rupa wajah baru bermunculan, menghadirkan kejutan di ”Bumi Cendrawasih”.
Di tengah euforia regenerasi, kesempurnaan Peparnas agak ternoda pada hari terakhir penyelenggaraan. Pebulu tangkis Paralimpiade nasional, Leani Ratri Oktila, mengutarakan dugaan ada atlet-atlet nondisabilitas yang turut berlaga di beberapa cabang.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 14 dengan judul "Pesona Olahraga Disabilitas".
Baca Epaper Kompas