logo Kompas.id
OlahragaMax Verstappen, Kelahiran...
Iklan

Max Verstappen, Kelahiran Genetika ”Oranye” F1

Max Verstappen menghadirkan pasukan oranye di tribune sirkuit-sirkuit Formula 1. Gaya membalapnya pun bak ”totaalvoetbal”, super agresif, tetapi cerdik, perpaduan genetika ayah dan ibunya yang mantan pebalap kawakan.

Oleh
AGUNG SETYAHADI
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/6m4_HNHcY2oQk9ITxCuo3mfjzNY=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2F000_9UJ2KH_1639322538-e1639323066105.jpg
AFP/POOL/ANDREJ ISAKOVIC

Juara F1 musim 2021 dari tim Red Bull, Max Verstappen, mengangkat trofi yang diterimanya seusai memenangi balapan F1 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Minggu (12/12/2021).

Max Verstappen menghadirkan pasukan oranye di tribune sirkuit-sirkuit Formula 1. Gaya membalapnya pun bak totaalvoetbal, super agresif, tetapi cerdik, hasil perpaduan genetika ayah dan ibunya yang mantan pebalap kawakan.

Max Verstappen mewarisi genetika petarung dari ayahnya, mantan pebalap Formula 1 Jos Verstappen, dan DNA kecerdikan dari ibunya, mantan pebalap gokar papan atas, Sophie Kumpen. Darah pebalap dalam tubuh Verstappen membuat dia keranjingan memacu quad bike, sejenis kendaraan ATV untuk anak-anak, saat baru berusia 2,5 tahun. Bahkan, di usia itu, dia sudah berani bermanuver dengan dua roda merambat di dinding.

Editor:
budisuwarna
Bagikan