Tenis
Wimbledon untuk Kemanusiaan
Wabah Covid-19 membatalkan turnamen Wimbledon 2020. Pembatalan kejuaraan tenis tertua di dunia tersebut membuat komunitas tenis dunia bersatu untuk mengalihkan fokus pada kemanusiaan.

Penonton menyaksikan pertandingan semifinal tunggal putra turnamen tenis Wimbledon antara Rafael Nadal melawan Roger Federer melalui layar raksasa, 12 Juli 2019. Turnamen Wimbledon 2020 telah dibatalkan untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II akibat wabah Covid-19.
Pengumuman pembatalan Wimbledon 2020 tak sekadar menghilangkan satu agenda turnamen tenis, tetapi salah satu ajang olahraga besar dunia. Namun, wabah virus korona jenis baru (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19, yang membatalkan kejuaraan tenis tertua di dunia tersebut, membuat komunitas tenis dunia bersatu, mengalihkan fokus pada kemanusiaan.
Maka, setelah All England Lawn Tennis Club (AELTC) mengumumkan pembatalan Wimbledon yang seharusnya digelar pada 29 Juni-12 Juli, Rabu (1/4/2020), reaksi dari petenis dan mantan petenis top dunia melalui media sosial adalah simpati dan saling memberi harapan, mengiringi penyesalan mereka.