logo Kompas.id
OlahragaKarut-marut Kalteng Putra
Iklan

Karut-marut Kalteng Putra

Kalteng Putra hanya menumpang lewat di Liga 1 setelah mendapat promosi dari Liga 2. Musim depan, mereka akan turun kasta ke Liga 2. Hasil imbang kontra Persipura Jayapura tak cukup menjadi penyelamat dari degradasi.

Oleh
DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/nd-HwXiwn0BrKNB1zxQaNqBC1CU=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F12%2F20191205IDO_Kalteng_Putra4_1575545616.jpg
KOMPAS/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO

Salah satu spanduk yang dipasang suporter Kalteng Putra untuk menyemangati timnya, sekaligus kritik, di Stadion Tuah Pahoe, Kota Palangkaraya, Kalteng, Kamis (5/12/2019).

Suporter Kalteng Putera bernyanyi nyaring di pengujung babak kedua laga Shopee Liga 1 kontra Persipura Jayapura di Stadion Tuah Pahoe, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (12/12/2019). Lirik lagu itu mengiringi langkah ”Laskar Isen Mulang” menuju Liga 2 karena gagal lepas dari zona degradasi seusai bermain 0-0 kontra skuad ”Mutiara Hitam”.

Stadion Tuah Pahoe yang berkapasitas 5.000 orang hanya didatangi sekitar 500 pendukung Kalteng Putra dan Persipura. Setelah keributan yang terjadi saat Kalteng Putra dibantai di kandang sendiri oleh Madura United, stadion kian sepi. Padahal, laga pada malam itu adalah pertandingan penentu peluang bertahannya Kalteng Putra di Liga 1.

Editor:
agungsetyahadi
Bagikan