logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊKeluarga Korban Tragedi...
Iklan

Keluarga Korban Tragedi Bangkal Cari Keadilan sampai Jakarta

Satu bulan lebih pembunuh Gijik, korban tragedi Seruyan, masih berkeliaran. Keluarga mulai khawatir kasus pembunuhan itu tak serius ditangani aparat, apalagi puluhan warga Bangkal kini diperiksa polisi untuk kasus lain.

Oleh
DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO
Β· 1 menit baca
Tim Advokasi Solidaritas untuk Masyarakat Adat Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Seruyan, Kalimantan Tengah, di Kantor Ombudsman RI, Sabtu (11/11/2023). Mereka mencari keadilan atas tewasnya Gijik (35), korban Tragedi Seruyan.
DOKUMENTASI TIM ADVOKASI

Tim Advokasi Solidaritas untuk Masyarakat Adat Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Seruyan, Kalimantan Tengah, di Kantor Ombudsman RI, Sabtu (11/11/2023). Mereka mencari keadilan atas tewasnya Gijik (35), korban Tragedi Seruyan.

PALANGKARAYA, KOMPAS β€” Sudah 35 warga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dipanggil menjadi saksi di Polda Kalteng. Hal itu menimbulkan kekhawatiran banyak pihak bahwa kasus pembunuhan Gijik (35) semakin pudar.

Piter (59), paman Gijik, menjelaskan, puluhan orang dipanggil ke Palangkaraya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Surat-surat pemanggilan terus datang sejak pertengahan Oktober 2023. Piter dan keluarga mulai khawatir soal pemanggilan ini tidak sesuai dengan harapan keluarga. Mereka hanya berharap penembak Gijik, keponakannya, ditangkap.

Editor:
IRMA TAMBUNAN
Bagikan