JELAJAH LAUT PAPUA MALUKU
Ikan Sekarang ”Su” Lari Jauh Tergusur Tambang
Di tengah kepungan pertambangan nikel di Maluku Utara, nelayan berjibaku mencari ikan yang kian sulit didapatkan. Diduga, ikan menjauh karena perairan yang tercemar limbah tambang.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F11%2F04%2F62e30ab6-fe5b-4986-a626-0c048e53ba6d_jpg.jpg)
Suasana perahu bagang milik Sardi di Teluk Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, 5 September lalu.
Untuk pertama kalinya setelah sebulan libur karena cuaca ekstrem, Sardi (36) pun kembali melaut. Selasa (5/9/2023) malam. Bersama sembilan awak lainnya, kapal bagang miliknya digerakkan belasan mil dari pesisir Teluk Buli, di Halmahera Timur, Maluku Utara. Tiba di lokasi, 60 lampu yang dipasang mengelilingi empat sisi bagang langsung dinyalakan. Kapal itu harus terlihat paling mencolok untuk mengalahkan terangnya situs-situs pertambangan nikel di pesisir teluk agar ikan mau mendekat.
Situs tambang yang diketahui warga dikelola oleh PT Aneka Tambang (Antam) beroperasi seolah tiada henti. Saat malam tiba, alat berat hilir mudik mengangkut material diterangi lampu di sepanjang perbukitan di pesisir teluk.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 1 dengan judul "Ikan Sekarang ".
Baca Epaper Kompas