logo Kompas.id
›
Nusantara›Peran Istri Wali Kota Penting ...
Iklan

Kesejahteraan penduduk

Peran Istri Wali Kota Penting untuk Tuntaskan Problem Tengkes di Daerah

Target pemerintah menekan prevalensi tengkes ke angka 14 persen tahun 2024 membutuhkan pendekatan di tingkat keluarga. Peran perempuan sebagai ibu dan pimpinan di daerah dinilai mampu membantu mencapai target tersebut.

Oleh
RAYNARD KRISTIAN BONANIO PARDEDE
· 1 menit baca
Balita saat diperiksa di posyandu di Puskesmas Mranggen III, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, saat Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau pencegahan dan penanganan <i>stunting</i>, Selasa (4/4/2023).
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Balita saat diperiksa di posyandu di Puskesmas Mranggen III, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, saat Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau pencegahan dan penanganan stunting, Selasa (4/4/2023).

TERNATE, KOMPAS – Pemerintah Indonesia menargetkan angka prevalensi tengkes bisa turun ke angka 14 persen di tahun 2024. Intervensi di tingkat keluarga dibutuhkan karena erat kaitannya dengan pola asuh anak. Peran perempuan, baik sebagai ibu dan pimpinan di organisasi pemberdayaan masyarakat tingkat kota, perlu terus diakselerasi sehingga target tersebut dapat tercapai.

Dalam acara Sarasehan Istri Wali Kota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia 2023 (Apeksi) di Ternate, Maluku Utara, Selasa (3/10/2023), Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menjelaskan, masih ditemukan beberapa kota yang tingkat prevalensi tengkesnya di atas 20 persen. Kota-kota tersebut antara lain Lhokseumawe, Sorong, Serang, Pare pare, dan beberapa wilayah lainnya. Angka tersebut berasal dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Memuat data...
Memuat data...