Banjir Besar Makassar
Banjir Besar Makassar Puncak Akumulasi Beragam Masalah
Banjir yang melanda Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/2/2023), disebut sebagai yang terparah dalam 20 tahun terakhir. Selain cuaca ekstrem, hal itu dipicu berbagai persoalan tata kota yang tidak ideal.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F02%2F15%2F636d2543-b205-45f1-96a8-fcc8a6008555_jpeg.jpg)
Walau hujan berangsur reda, tetapi di beberapa kawasan permukiman di Makassar, Sulawesi Selatan, rumah-rumah masih terendam, seperti tampak di Blok 10, Perumahan Antang, Makassar, Rabu (15/2/2023).
MAKASSAR, KOMPAS — Banjir yang melanda Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/2/2023), disebut menjadi puncak akumulasi sejumlah persoalan tata kota yang tidak ideal. Intensitas banjir itu disebut tidak pernah terjadi setidaknya dalam 20 tahun terakhir.
Hal itu dikatakan ahli sumber daya air dari Universitas Hasanuddin Farouk Maricar, Rabu (15/2/2023), di Makassar. Menurut Farouk, dari pengamatan satelit, curah hujan pada Senin terbilang tinggi, lebih dari 200 milimeter. Akibatnya, kondisi itu memicu banjir di hampir semua wilayah di Makassar.