KOMODITAS KELAUTAN
Harga Rajungan Anjlok, Nelayan Cirebon Mendesak Pemerintah Turun Tangan
Nelayan rajungan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendesak pemerintah turun tangan menangani anjloknya harga rajungan. Nelayan pun terpaksa tidak melaut.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2018%2F01%2F17%2F34920bed-af54-4ae7-875d-e3493f80df89_jpg.jpg)
Nelayan di Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (21/11/2017), merebus rajungan. Rajungan tersebut dikirim ke pabrik pengolahan ikan untuk diambil dagingnya saja dan diekspor. Selain itu sebagian rajungan juga dijual sudah direbus tetapi tidak diiolah dengan bumbu dan resep tertentu. Harganya Rp 65.000 per kilogram. Rajungan juga diolah menjadi kare sebagai kuliner muara Sungai Bengawan Solo.
CIREBON, KOMPAS — Sebagian besar nelayan rajungan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terpaksa tidak melaut setelah harga komoditas ekspor itu anjlok dalam dua bulan terakhir. Meskipun penurunan harga rajungan dipicu kondisi global, nelayan tetap mendesak pemerintah turun tangan.
Di wilayah Gebang, Cirebon, misalnya, kapal nelayan rajungan hanya tertambat di muara, Senin (27/6/2022). ”Di sini saja ada sekitar 50 nelayan yang tidak melaut karena harga rajungan turun. Saya sudah tiga bulan enggak melaut,” kata Jamhuri (44), nelayan setempat.