logo Kompas.id
NusantaraRehabilitasi Mangrove...
Iklan

Rehabilitasi Mangrove Terkendala Alih Fungsi Lahan

Dari 3,3 juta hektar ekosistem mangrove di Indonesia, lebih dari 600.000 hektar dalam kondisi kritis. Rehabilitasi mangrove pun ditargetkan hingga 2024. Namun, alih fungsi lahan menjadi kendala.

Oleh
ABDULLAH FIKRI ASHRI
· 1 menit baca
Sekretaris Utama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Ayu Dewi Utari saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi grup terarah bertema “Restorasi Ekosistem Mangrove di Pesisir Utara, Desa Mayangan Kabupaten Subang” via daring, Selasa (21/6/2022). BRGM menargetkan rehabilitasi sekitar 600.000 hektar mangrove hingga 2024.
TANGKAPAN LAYAR

Sekretaris Utama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Ayu Dewi Utari saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi grup terarah bertema “Restorasi Ekosistem Mangrove di Pesisir Utara, Desa Mayangan Kabupaten Subang” via daring, Selasa (21/6/2022). BRGM menargetkan rehabilitasi sekitar 600.000 hektar mangrove hingga 2024.

BANDUNG, KOMPAS — Badan Restorasi Gambut dan Mangrove menargetkan rehabilitasi mangrove lebih dari 600.000 hektar di Indonesia hingga 2024. Namun, upaya tersebut terkendala alih fungsi lahan oleh manusia.

Hingga tahun 2021, ekosistem mangrove di Indonesia tercatat 3,3 juta hektar. Lahannya tersebar di hutan konservasi seluas 748.271 hektar, hutan lindung (907.724 hektar), hutan produksi (1 juta hektar), serta area penggunaan lain seluas 702.789 hektar. Namun, dari jumlah tersebut, lebih dari 600.000 hektar mangrove kondisinya kritis dan harus direhabilitasi.

Editor:
CORNELIUS HELMY HERLAMBANG
Bagikan