logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊJelang 728 Tahun, Surabaya...
Iklan

Jelang 728 Tahun, Surabaya Masih Hadapi Kemiskinan

Jelang 728 tahun, Surabaya berikhtiar mengatasi kemiskinan meski satu dari tiga-empat warganya berpenghasilan rendah dan rentan miskin. Program intervensi disiapkan untuk mengatasi problem kesejahteraan warga.

Oleh
AMBROSIUS HARTO/AGNES SWETTA PANDIA
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/SLuHyt5dbPp3jMXNXnme0X7QVxs=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F03%2F76650892_1552756498.jpg
KOMPAS/AMBROSIUS HARTO (BRO) 04-03-2019

Mahasiswa yang menjadi volunter Garda Pangan, organisasi wirausaha sosial, menyalurkan pastri yang merupakan produk berlebih patiseri yang masih aman dan amat layak dikonsumsi kepada anak-anak Taman Bacaan Masyarakat Anggrek Bulan di Keputih Tegal Timur Baru, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur.

SURABAYA, KOMPAS β€” Kemiskinan masih menjadi salah satu masalah klasik yang terus dihadapi dan ditangani Surabaya, Jawa Timur, yang pada 31 Mei 2021 berusia 728 tahun. Pemerintah Kota Surabaya berusaha mengatasi kemiskinan yang difokuskan pada program pemberdayaan masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok khusus rentan.

Salah satu indikator penting untuk mengatasi kemiskinan di Surabaya adalah pendapatan keluarga di atas upah minimum, yakni Rp 4,3 juta. Idealnya keluarga berpendapatan minimal dua kali upah minimum atau paling sedikit Rp 8,6 juta. Pendapatan itu diraih masyarakat karena bekerja formal menjadi pegawai, buruh, atau sebagai pengelola usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Editor:
Siwi Yunita
Bagikan