logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊAda Alternatif Diskon, Dinkes ...
Iklan

Ada Alternatif Diskon, Dinkes Sultra Beli Alat PCR dengan Harga Normal

Sidang kasus suap alat pemeriksaan Covid-19 di Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara mengungkap fakta, sebelum alat tersebut dibeli dengan harga Rp 1,3 miliar, ada referensi alat sama dengan harga lebih murah.

Oleh
SAIFUL RIJAL YUNUS
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/Ovau97DeYaiBRrq4dovUfHjF3V0=/1024x684/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2FDSC01585_1619005072.jpg
KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS

Suasana persidangan kasus suap alat PCR Dinkes Sultra di Pengadilan Tipikor Kendari, Rabu (21/4/2021).

KENDARI, KOMPAS β€” Sidang kasus suap alat pemeriksaan Covid-19 di Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara memasuki tahapan keterangan saksi. Salah satu fakta yang terungkap, sebelum alat tersebut dibeli dengan harga Rp 1,3 miliar, ada referensi alat yang sama dengan harga diskon Rp 874 juta. Akan tetapi, pihak dinas bersikukuh membeli alat dengan harga normal.

Sidang dengan terdakwa dr Amry Ady Haris dari Dinkes Sultra serta Imel Anitya selaku teknikal sales PT Genecraft Labs dan Direktur PT Genecraft Labs Teddy Gunawan Joedistira dari pihak swasta berlangsung di Pengadilan Tipikor Kendari, Rabu (21/4/2021). Sidang menghadirkan saksi mantan Pelaksana Tugas Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sultra dr Ridwan, Kadis Kesehatan Sultra Usnia, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra Isma, hingga direktur di PT Surya Medika Kendari (SMK) Irfan.

Editor:
Mohamad Final Daeng
Bagikan