PENCARIAN KORBAN
Asa dari Setiap Kerukan Ekskavator di Lokasi Banjir Lembata
Hingga satu pekan berlalu, pencarian korban banjir bandang yang diduga tertimbun di bawah material batu dan pasir di Lembata, NTT, terus berlangsung. Keluarga korban menanti penuh harapan.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2F20210410WEN18_1618051897.jpg)
Alat berat digunakan untuk membantu proses pencarian korban yang hilang tertimbun material banjir bandang di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (10/4/2021). Kendala yang dihadapi petugas SAR adalah material batu berukuran besar dan kedalamannya.
Makanan belum ngendon sempurna di perut, Zakarias Sanga (48) sudah beranjak menuju ekskavator yang pakir di tengah hamparan material banjir bandang. Segeralah ia menghidupkan mesin lalu menggerakkan lengan ekskavator ke arah tumpukan material yang menggunung demi mencari korban di lokasi bencana di Desa Amakaka, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (10/4/2021).
Bucket, bagian ekskavator berupa keranjang yang berfungsi untuk mengeruk, mendorong, dan mengangkut material, mulai bergerak mendobrak tumpukan batu bercampur pasir setinggi lebih dari 3 meter. Setelah menyingkirkan pasir di bagian permukaan, di bawahnya tampak sebuah batu dengan diameter hingga lebih dari 2 meter.