logo Kompas.id
NusantaraMama-mama "Akar Rumput" Ambon ...
Iklan

SETAHUN PANDEMI

Mama-mama "Akar Rumput" Ambon Menjaga Asa

Sejumlah perempuan di Kota Ambon membudidayakan sayuran dan umbi-umbian untuk dijual. Mereka ikut mencari nafkah di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Oleh
FRANSISKUS PATI HERIN
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/QXtmXMK2eYWu0q-RP_A9wMT1l6g=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F03%2Fc4fd0b95-32e6-4bba-8b95-19ef90c1bac7_jpg.jpg
KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN

Julia Yordana (40), warga Kelurahan Waihoka, Kota Ambon, yang mengolah tanah untuk budidaya sayur dan umbi-umbian, Kamis (4/3/2021). Bertanam sayur menjadi bagian bertahan di saat pandemi Covid-19.

Areal perbukitan seluas dua hektar di Kelurahan Waihoka, Kota Ambon, Maluku, memperpanjang napas belasan keluarga yang terhimpit ekonomi akibat pandemi Covid-19. Satu tahun terakhir, mereka menanam aneka sayuran dan umbi-umbian di sana. Hasilnya dijual demi menjaga asap dapur tetap mengepul.

Julia Yordana (40) menyodorkan sepotong singkong hangat di dalam gubuk di tengah kebun yang dikelilingi rimbun singkong siap panen. "Selama masa Covid-19 sudah panen dua kali. Sekarang sekitar 200 pohon singkong," katanya, Kamis (4/3/2021) petang.

Editor:
gesitariyanto
Bagikan
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan