logo Kompas.id
โ€บ
Nusantaraโ€บPembiaran Praktik Kawin...
Iklan

Pembiaran Praktik Kawin Tangkap di Sumba Harus Segera Diakhiri

Kawin tangkap di Sumba berulang lagi di awal tahun 2021 ini. Pembiaran terhadap praktik ini harus segera dihentikan.

Oleh
KORNELIS KEWA AMA
ยท 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/5HLdmFaHT2cLuzD7Dl7GTcL65co=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F03%2F54c2dadc-4cf6-4db5-93d5-17d03dd71b18_jpg.jpg
KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA

Rumah adat khas Sumba berbentuk joglo, Maret 2018. Rumah ini lahir dari semua kearifan lokal dan tradisi masyarakat Sumba, termasuk adat kawin tangkap yang disebut yappa marada yang sudah berlangsung ratusan tahun.

TAMBOLAKA, KOMPAS โ€” Praktik kawin tangkap masih mengancam kehidupan perempuan di Sumba, Nusa Tenggara Timur, hingga awal tahun 2021. Pembiaran terhadap kasus ini harus dihentikan. Pelakunya berpeluang dijerat kasus  penculikan hingga perampasan kemerdekaan seseorang.

Kawin tangkap adalah nikah paksa yang diawali penculikan perempuan. Hal ini masih dianggap sebagian kalangan sebagai tradisi. Akibatnya, kerap tidak ada orang menolong saat perempuan menjadi korban. Padahal, lembaga adat di Sumba sudah menyatakan praktik itu sebagai pelanggaran adat.

Editor:
Cornelius Helmy Herlambang
Bagikan