logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊJenuh dan Terdesak Kebutuhan, ...
Iklan

Jenuh dan Terdesak Kebutuhan, Pengungsi Merapi Ingin Kembali

Status tanggap darurat erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang bakal diperpanjang. Kendati demikian, gelombang pengungsi yang pulang ke permukiman karena jenuh dan terdesak kebutuhan diperkirakan terus terjadi.

Oleh
REGINA RUKMORINI
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/s4L2mXY6K1z4rZ9nETd0wikl7DU=/1024x768/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F12%2F20201213egiAungsi_1607863901.jpg
KOMPAS/REGINA RUKMORINI

Sejumlah warga lansia duduk di lokasi pengungsian di Balai Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (12/12/2020).

MAGELANG, KOMPAS β€” Mendekati berakhirnya masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi pada 14 Desember 2020, ratusan pengungsi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berencana kembali ke permukiman. Selain jenuh, mereka juga mengaku terdesak kebutuhan mencari penghasilan dengan bertani dan memanen sayur.

Kethik (62), warga Dusun Babadan I, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, mengatakan, karena merasa terdesak harus mulai bertani, dia dan warga lainnya berencana untuk segera pulang meninggalkan pengungsian. ”Kami berencana untuk pulang saat masa tanggap darurat berakhir, Senin (14/12/2020) atau Selasa (15/12/2020),” ujarnya, Minggu (13/12/2020).

Editor:
Gregorius Magnus Finesso
Bagikan