logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊPencegahan dan Peningkatan...
Iklan

Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Kesehatan Jangan Sekadar Jargon

Pada pandemi Covid-19 ini, sektor kesehatan masih terfokus pada kuratif (penyembuhan). Ketergantungan alat kesehatan dari luar negeri juga membuat Indonesia tidak bisa merespons dengan cepat penyebaran virus itu.

Oleh
ADITYA PUTRA PERDANA
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/0p3dxjPifdvCvGSY7Q0iC7lq4q8=/1024x684/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F07%2F36b20cf8-2d4c-47b3-9204-885626568fa2_jpg.jpg
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Warga mendaftarkan diri mengikuti tes usap Covid-19 yang diselenggarakan oleh BNI di Balai Kota Solo, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2020).

SEMARANG, KOMPAS β€” Upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas  kesehatan diharapkan tak lagi sekadar jargon. Tujuannya, agar semua pihak siap apabila kembali terjadi pandemi, seperti Covid-19, di kemudian hari.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, dalam publikasi Nature pada 2004, ada 30 lebih penyakit infeksi baru (EID). Hingga 2020, telah ada empat penyakit menular baru yang memakan korban jiwa.

Editor:
Cornelius Helmy Herlambang
Bagikan