BISNIS ONLINE
Hanya 20 Persen dari 50 Juta UMKM Masuk Laman
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F08%2FDSC09066.jpg)
Prisa Kandora (32), pemilik bisnis produksi baju muslim pasangan ibu dan anak, Fifta Collection, menunjukkan produknya yang dibesarkan bersama dukungan platform bisnis daring berbasis mesin pencari Google Bisnisku (Google My Business) pada acara kunjungan Google ke Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/8/2018).
SURABAYA, KOMPAS — Penetrasi ke dunia digital kian tak terelakkan di era sekarang, bahkan untuk kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah. Dari 50 juta UMKM secara nasional, hanya sekitar 20 persen yang sudah memiliki alamat web. Alamat digital, tampilan web meski sederhana, dan aneka identitas bisnis yang disesuaikan dengan gaya hidup digital konsumen yang disasar dengan demikian telah menjadi prasyarat bisnis UMKM, selain kualitas produknya.
Demikian yang mengemuka dari kunjungan Google ke sejumlah usaha kecil di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/8/2018). Jason Tedjasukmana, Manajer Komunikasi Google, mengatakan, Google sejak 2015 telah menyodorkan aneka dukungan berbasis mesin pencari Google bagi UMKM dunia, termasuk Indonesia. Semuanya tanpa bayaran atau gratis, di antaranya melalui Google My Business atau Google Bisnisku.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 0 dengan judul "Hanya 20 Persen dari 50 Juta UMKM Masuk Laman".
Baca Epaper Kompas