logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊNelayan Cirebon Terancam Tidak...
Iklan

Nelayan Cirebon Terancam Tidak Dapat Asuransi

Oleh
ABDULLAH FIKRI ASHRI
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/7V5kijtuW9Y8oI_nk9cn2Hc932s=/1024x768/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2017%2F07%2F20151122IKI05.jpg
Kompas/Abdullah Fikri Ashri

Warga mengunjungi Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Minggu (22/11/2016), untuk menyaksikan ritual nadran atau sedekah laut. Meski dalam kondisi perekonomian yang sulit, para nelayan tetap bergotong royong mengumpulkan uang untuk melaksanakan tradisi nadran yang ada sejak abad ke-15.

CIREBON, KOMPAS β€” Nelayan di pesisir Kota Cirebon, Jawa Barat, terancam tidak mendapatkan bantuan premi asuransi nelayan karena terkendala alat tangkap. Bantuan antara lain diperuntukkan bagi nelayan pengguna alat tangkap ramah lingkungan. Padahal, saat ini sebagian besar nelayan di Cirebon masih memakai alat tangkap tidak ramah lingkungan.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Nomor 1/PER-DJPT/2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Asuransi bagi Nelayan Tahun 2017, pada Bab II Poin D (g), persyaratan bantuan premi asuransi nelayan (BPAN) ialah menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Ketentuan ini juga terdapat pada petunjuk teknis BPAN No 175/KPA.5/PI.530/VII/2016. Adapun alat tangkap tidak ramah lingkungan yang dimaksud antara lain arad, garuk, dogol, dan cantrang.

Editor:
Bagikan