logo Kompas.id
β€Ί
Metropolitanβ€ΊMenjaga Malam Takbiran dari...
Iklan

Menjaga Malam Takbiran dari Kerumunan

Pandemi Covid-19 mengubah cara warga melewati malam takbiran. Sebagian dari mereka menghindari kerumunan tanpa menggelar takbiran keliling demi memutus rantai penularan pandemi.

Oleh
Aditya Diveranta
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/XVCj95xkyT6docXxEGz4h6J2i_A=/1024x683/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F05%2F24c6cd5a-a5a6-4a38-bc0b-61c4268c5847_jpg.jpg
KOMPAS/ADITYA DIVERANTA

Sebagian warga bermalam takbiran dengan menerapkan jaga jarak fisik di kawasan Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (23/5/2020). Di masa pandemi Covid-19, takbiran di rumah atau di mushala dekat rumah menjadi pilihan lantaran tidak dapat melakukan kegiatan takbiran keliling.

Allahu akbar... Allahu akbar... Allahu akbar... La ilaha ilallahu wallahu akbar... Allahu akbar walillahil hamd...

Seruan takbir itu berkumandang dari sejumlah masjid di Jakarta, Sabtu (23/5/2020) petang, menandai bulan Ramadhan telah berakhir. Bersamaan dengan gema takbir, aktivitas sebagian warga tampak riuh rendah di kawasan permukiman masing-masing.

Editor:
Andy Riza Hidayat
Bagikan