Pandemi Covid-19
Episentrum Covid-19 Bisa Meluas jika Pergerakan Warga Tak Terkendali
Pergerakan warga dari episentrum pandemi Covid-19 berpotensi meningkatkan sebaran kasus. Ketimbang melakukan karantina wilayah, sebagian kalangan mengusulkan adanya aturan teknis yang ketat untuk warga yang bepergian.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F03%2F20200325_152551_1585148343.jpg)
Tak terlihat hirup-pikuk keramaian di Terminal Bus Terpadu Sentra Timur, Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). Pandemi Covid-19 membuat penghasilan sopir bus menurun drastis.
JAKARTA, KOMPAS — Bebasnya pergerakan warga ke dan dari episentrum pandemi virus korona jenis baru dapat berimbas pada naiknya kasus Covid-19 di daerah lain hingga pelosok. Hal ini harus disikapi dengan bijak agar tidak terjadi ledakan kasus yang bisa merenggut banyak jiwa.
Berdasarkan informasi dari laman resmi pemerintah tentang situasi Covid-19, hingga Kamis (26/3/2020) sore, tercatat 893 kasus positif Covid-19 dengan 780 dalam perawatan, 35 sembuh, dan 78 meninggal. Sebanyak 515 kasus di DKI Jakarta, 78 di Jawa Barat, 67 di Banten, dan 59 di Surabaya.