Liputan Investigasi (10)
Perjokian di Dunia Akademik, Fenomena Buruk yang Diabaikan
Perjokian telah mengakar, dari level sekolah hingga perguruan tinggi. Praktek buruk ini terlalu lama dibiarkan, sebagian menganggapnya lazim terjadi.

Pamflet joki skripsi yang terpampang di tiang listrik daerah Yogyakarta, Minggu (29/1/2023)
Kecurangan pembuatan karya ilmiah tidak hanya di tingkat mahasiswa, melainkan juga dari perjokian tugas-tugas SMA. Menurut pengakuan DO (19), mahasiswa tingkat satu perguruan tinggi swasta di Di Yogyakarta, dia sudah menjadi joki sejak SMA.
“Dulu di SMA saya membuatkan tugas untuk teman-teman saja, tarifnya Rp 20.000 sampai Rp 50.000 per tugas. Tarifnya saya sesuaikan saja dengan jumlah kata,” katanya.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 2 dengan judul "Fenomena Buruk yang Diabaikan".
Baca Epaper Kompas