Jurnalisme Data (7)
Meski Mahal, Kuliah Tetap Jadi Pilihan
Biaya kuliah yang mahal menghambat bagi sebagian besar masyarakat Indonesia melanjutkan pendidikan ke universitas. Namun, meneruskan kuliah tetap menjadi pilihan.

Mahasiswa baru mengikuti kegiatan orientasi pengenalan lingkungan kampus di Universitas Islam Batik (Uniba), Solo, Jawa Tengah, Jumat (25/9/2020). Kegiatan ospek tersebut diikuti 180 mahasiswa baru dan digelar secara tatap muka dengan berusaha menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan itu berlangsung selama dua hari dengan durasi tiga jam per hari.
JAKARTA, KOMPAS Pembicaraan mengenai biaya kuliah di beberapa akun media sosial Twitter cukup ramai setelah pengumuman penerimaan mahasiswa melalui sistem Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Beberapa pemilik akun Twitter yang lolos SBPMPTN bercerita mengenai kekhawatiran tidak bisa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) karena faktor ekonomi. Beberapa lagi mengeluhkan tidak lolos seleksi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) yang akan meringankan biaya kuliah dan biaya hidup mahasiswa miskin.
Di sisi lain, bagi yang tidak lolos SBMPTN, mereka dibayangi mimpi buruk tidak bisa melanjutkan kuliah. Bagi mereka, jika harus melalui jalur mandiri perguruan tinggi negeri (PTN), biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jalur reguler. Selain itu, jika memilih perguruan tinggi swasta (PTS) pun, biayanya sama mahalnya.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 2 dengan judul "Meski Mahal, Kuliah Tetap Jadi Pilihan".
Baca Epaper Kompas