logo Kompas.id
InvestigasiJerat Asmara Penipu Cinta...
Iklan

Liputan Investigasi

Jerat Asmara Penipu Cinta Berbingkai Agama

Modus pelaku penipuan berkedok cinta efektif memperdaya korban. Lewat pendekatan agama dan permainan psikologis, mereka memikat calon korban dalam jalinan hubungan cinta palsu.

Oleh
INSAN ALFAJRI, ANDY RIZA HIDAYAT, IRENE SARWINDANINGRUM, DHANANG DAVID
· 1 menit baca
Bukti Faris Ahmad Faza mengaku sering mengaji kepada korban di Tulungagung, Jawa Timur
INSAN ALFAJRI

Bukti Faris Ahmad Faza mengaku sering mengaji kepada korban di Tulungagung, Jawa Timur

JAKARTA, KOMPAS - Pelaku penipuan berkedok cinta menggunakan pendekatan agama dan memainkan psikologis korban. Dua modus ini efektif memperdaya 91 korban dari empat terduga pelaku yang diinvestigasi Kompas periode Maret-April 2022. Lewat pendekatan agama, seorang penipu berpura-pura alim dan memiliki wawasan agama yang mumpuni.

Hal ini ditunjukkan Faris Ahmad Faza (31) yang memikat sembilan korbannya di Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng). Faza sering tampil mengenakan sarung dan mengaku anak kiai yang memiliki pondok pesantren. Kepada korbannya, IL (28), di Tulungagung, Jatim, Faza berkali-kali bilang ingin mengaji. ”Sayang, aku ngaji dulu. Minggu kemarin belum khatam,” katanya kepada IL, Januari 2022. ”Iya sayangku,” IL membalas.

Editor:
KHAERUDIN
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 1 dengan judul "Jerat Asmara Penipu Cinta Berbingkai Agama".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan
Memuat data...