Otomotif Dunia
Mobil-mobil Jepang dan Kecintaan Warganya pada Filosofi Shinto
Kecintaan rakyat Jepang pada Kei Car tak sebatas fungsinya, tetapi ada filosofi yang mengakar pada budaya Negeri Sakura.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2019%2F10%2F23%2F841f3580-722f-4977-9917-55e326da24a2_jpg.jpg)
Representative Executive Officer COO Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Ashwani Gupta memperkenalkan mobil konsep Super Height K-Wagon Concept (kiri) dalam Tokyo Motor Show 2019 di Tokyo Big Sight, Jepang, 23 Oktober 2019. Super Height K-Wagon Concept merupakan model terbaru dari Kei-car.
Jika membandingkan produk otomotif dari raksasa otomotif dunia, yaitu Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, ada perbedaan yang mencolok pada produksi kendaraan-kendaraan mereka.
Eropa, misalnya, secara umum masih memikirkan bentuk eksotis dengan lekukan yang menyenangkan untuk dilihat meski pada masanya menawarkan mesin dengan kapasitas besar. Bentuk eksotis dan lekukan ini biasanya untuk mengurangi gaya gesek yang ujungnya pada akselerasi gila-gilaan, sekaligus tetap stabil saat dikendarai.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 4 dengan judul "Mobil di Jepang dan Filosofi Shinto".
Baca Epaper Kompas