logo Kompas.id
InternasionalSepeda Bambu dan Narasi...
Iklan

KTT ASEAN

Sepeda Bambu dan Narasi Kekayaan Alam Flores

Sepeda bambu menjadi salah satu suvenir yang disiapkan bagi para pemimpin ASEAN yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Diharapkan, sepeda bambu asal Flores semakin mendunia.

Oleh
CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO, FRANSISKUS PATI HERIN
· 1 menit baca
Sepeda dari bambu dipamerkan dalam pameran produk UMKM di kompleks obyek wisata Gua Batu Cermin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (6/5/2023). Sepeda bambu akan menjadi salah satu suvenir yang dibagikan kepada kepala negara yang hadir dalam KTT Ke-42 ASEAN.
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Sepeda dari bambu dipamerkan dalam pameran produk UMKM di kompleks obyek wisata Gua Batu Cermin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (6/5/2023). Sepeda bambu akan menjadi salah satu suvenir yang dibagikan kepada kepala negara yang hadir dalam KTT Ke-42 ASEAN.

”Hidup ibarat naik sepeda. Untuk menjaganya agar tetap seimbang, Anda harus tetap bergerak”. Kutipan populer dari Albert Einstein ini memberi posisi tersendiri bagi sepeda sebagai ilustrasi gamblang dalam memaknai hidup.

Saat ini bersepeda telah menjadi gaya hidup dan bahkan bagian dari kebutuhan hidup, yakni terkait upaya menjaga kebugaran. Sepeda pun mendapat tempat dalam rangkaian penyelenggaraan KTT ASEAN di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 9-11 Mei 2023. Sepeda dimaksud khususnya adalah sepeda yang memiliki rangka bambu.

Editor:
MUHAMMAD SAMSUL HADI
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 1 dengan judul "Sepeda Bambu dan Kekayaan Alam Flores".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.