Evakuasi Dari Konflik
Studi WNI di Sudan Mandek
Studi ratusan warga negara Indonesia di Sudan terpaksa mandek akibat perang di antara dua faksi militer di negara itu. Saat ini, proses evakuasi bertahap sedang berlangsung.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F04%2F24%2Fc90d175f-ae75-4f83-9db5-59a9a022d703_png.jpg)
Tangkapan layar dari video yang dikirimkan Kedutaan Besar RI di Khartoum, Sudan. Indonesia memulai proses evakuasi warganya dari Sudan mulai Minggu (23/4/2023). Dari Khartoum, mereka menuju Pelabuhan Sudan lalu berlayar ke Jeddah, Arab Saudi. Dari 1.209 WNI di Sudan, 827 dipastikan segera dievakuasi.
JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah pelajar Indonesia terpaksa meninggalkan studi mereka dalam waktu yang tidak menentu akibat perang di antara dua faksi militer di Sudan. Demi keselamatan dan situasi yang tak memungkinkan, mereka dievakuasi ke Tanah Air.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha melalui pesan singkat kepada Kompas pada Selasa (25/4/2023) malam menyebutkan, 542 WNI sedang dalam perjalanan laut dari Port Sudan menuju Jeddah, Arab Saudi. ”Evakuasi tahap kedua sedang dilaksanakan dari Khartum ke Port Sudan,” katanya.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 1 dengan judul "Sudan Perang, Studi WNI Mandek ".
Baca Epaper Kompas