logo Kompas.id
InternasionalIsu Laut China Selatan dan...
Iklan

Isu Laut China Selatan dan Myanmar Perlu Jadi Prioritas Keketuaan Indonesia di ASEAN

Stabilitas kawasan, yang dipengaruhi dinamika di Laut China Selatan dan Myanmar, menjadi penentu keberhasilan Indonesia dalam mengejar target keketuaan ASEAN, yakni mewujudkan kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan.

Oleh
MAHDI MUHAMMAD
· 1 menit baca
Dalam foto yang diambil dan diterima dari sumber tanpa nama melalui Facebook, 1 April 2021, ini seorang pengunjuk rasa mengangkat poster bergambar pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi, dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Monywa, wilayah Sagaing, Myanmar.
AFP/ANONYMOUS SOURCE

Dalam foto yang diambil dan diterima dari sumber tanpa nama melalui Facebook, 1 April 2021, ini seorang pengunjuk rasa mengangkat poster bergambar pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi, dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Monywa, wilayah Sagaing, Myanmar.

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia yang memegang Keketuaan ASEAN pada tahun 2023 menghadapi tantangan kompleks. Minilateralisme di sekitar kawasan, persaingan kekuatan global, hingga kejahatan terhadap kemanusiaan akan menjadi tantangan yang harus dihadapi di tengah keinginan mengejar pertumbuhan di kawasan.

Hal itu disampaikan Dewi Fortuna Anwar, Profesor Riset Politik di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), saat berbicara pada seminar nasional bertema ”Kajian Prioritas Keketuaan Indonesia di ASEAN dalam Bidang Politik dan Keamanan” di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (8/2/2023). Seminar itu diselenggarakan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan The Habibie Center.

Editor:
MUHAMMAD SAMSUL HADI
Bagikan