logo Kompas.id
InternasionalUnjuk Rasa di China Meluas,...
Iklan

Pandemi Covid-19

Unjuk Rasa di China Meluas, Terbesar Sejak Peristiwa Tiananmen 1989

Gelombang unjuk rasa dalam beberapa hari terakhir di berbagai kota di China dilaporkan sebagai pembangkangan sipil terbesar sejak meletusnya peristiwa Tiananmen tahun 1989.

Oleh
PASCAL S BIN SAJU
· 1 menit baca
Dalam foto yang diambil pada Rabu (23/11/2022) terlihat petugas keamanan dengan pakaian pelindung membawa salah seorang pengunjuk rasa di kompleks pabrik Foxconn Technology Group di Zhengzhou, Provinsi Henan, China tengah. Karyawan di pabrik iPhone terbesar di dunia itu terlibat bentrok dengan polisi saat memprotes pembayaran upah di tengah pemberlakuan karantina wilayah.
AP

Dalam foto yang diambil pada Rabu (23/11/2022) terlihat petugas keamanan dengan pakaian pelindung membawa salah seorang pengunjuk rasa di kompleks pabrik Foxconn Technology Group di Zhengzhou, Provinsi Henan, China tengah. Karyawan di pabrik iPhone terbesar di dunia itu terlibat bentrok dengan polisi saat memprotes pembayaran upah di tengah pemberlakuan karantina wilayah.

BEIJING, RABU – Gelombang unjuk rasa rakyat China memprotes kebijakan ketat pengendalian pandemi Covid-19, atau yang dikenal sebagai kebijakan “nihil Covid-19”, dilaporkan telah meluas ke 22 kota di negara itu. Protes diwarnai bentrokan terjadi di Beijing, Shanghai, dan kota-kota lainnya. Bahkan, pusat manufaktur China di Guangzhou juga dilanda bentrokan antara para pengunjuk rasa dan polisi antihuru-hara, Selasa (29/11/2022) malam.

Pada Rabu (30/11), Partai Komunis China (PKC) menuding adanya “infiltrasi dan sabotase oleh pasukan musuh” dalam gelombang unjuk rasa di berbagai kota tersebut. PKC berjanji menindak tegas "kegiatan musuh asing" itu.

Editor:
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 4 dengan judul "Unjuk Rasa di China Meluas".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan