Gagal Bayar Evergrande Bisa Membuat Pertumbuhan Ekonomi China Kian Lambat
Manajemen Evergrande mencoba menyelamatkan prospek bisnis perseroan. Tenggat pembayaran sebagian utangnya habis pekan ini. Total utang perseroan mencapai Rp 4.355 triliun.
BEIJING, SENIN β Indeks-indeks saham di negara berkembang turun 1,3 persen ke level terendah, Senin (20/9/2021). Penurunan itu diawali oleh pelemahan indeks saham Hang Seng di Hong Kong sebesar 3,3 persen. Sentimen utama pelemahan diduga datang dari kemungkinan gagal bayarnya China Evergrande Group. Persoalan itu diduga memicu saham grup itu di bursa Hong Kong anjlok 10,24 persen ke level terendah dalam kurun waktu 11 tahun terakhir.
Kekhawatiran mencuat, gagal bayarnya Evergrande akan menyeret kinerja perusahaan-perusahaan properti lain di China. Para pelaku pasar menunggu langkah apa yang akan diambil oleh otoritas keuangan di China atas kondisi itu. Pemulihan ekonomi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu bisa makin terhambat setelah tertekan pandemi Covid-19 dan kebijakan Pemerintah China di bidang teknologi.