Analisis Data Membutuhkan Transparansi Peta
Data kehutanan yang diumumkan pemerintah perlu didukung peta yang bisa diakses publik. Ini agar data tersebut bisa dikontrol dan diverifikasi bersama demi peningkatan pengawasan dan perlindungan hutan.
JAKARTA, KOMPAS β Peta dan data spasial sangat penting dalam menganalisis kerusakan hutan dan lahan gambut di Indonesia. Peta tersebut harus akurat, detail, dan bisa diakses publik agar dapat digunakan sebagai dasar mendukung pengambilan keputusan dalam perlindungan hutan.
Peneliti Pemetaan dan Riset Greenpeace Indonesia, Sapta Ananda, Senin (15/3/2021), mengemukakan, peta dan data spasial yang digunakan dalam inventarisasi hutan di Indonesia harus bersifat transparan serta bisa diakses oleh publik. Peta kehutanan resmi juga perlu menyertakan format yang bisa diolah lebih lanjut dan tak hanya berformat PDF ataupun jpeg.