logo Kompas.id
โ€บ
Ilmu Pengetahuan & Teknologiโ€บHarapan untuk Tingkatkan PSBB
Iklan

Harapan untuk Tingkatkan PSBB

Perlambatan kasus positif harian di Jakarta juga terlihat dari mulai berkurangnya pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan. Namun, hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk melonggarkan pembatasan sosial berskala besar.

Oleh
Ahmad Arif
ยท 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/S0PFn6OMRVQJIte3bL22SCaBE8M=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F04%2FPembatasan-Jarak-Pedagang-Pasar-Pagi-Salatiga_88945694_1588007775.jpg
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Pedagang berjualan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada hari pertama penataan Pasar Pagi Salatiga, Senin (27/4/2020). Penataan dengan penerapan jarak 1 meter antarpedagang itu berlangsung mulai pukul 01.00 hingga pukul 06.30. Sebanyak 853 pedagang pasar itu mengikuti upaya penataan yang dilakukan guna mencegah penyebaran virus korona baru penyebab Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS โ€” Penambahan kasus harian Covid-19 di Jakarta yang dikonfirmasi tidak setinggi dua minggu sebelumnya. Demikian halnya pasien yang dirawat di rumah sakit dan kematian pasien dalam pengawasan Covid-19 juga menurun. Meski demikian, jumlah kasus secara nasional bertambah signifikan.

โ€Perlambatan kasus dan jumlah pasien Covid-19 di Jakarta ini menggembirakan. Sekalipun demikian, kita tidak boleh terlena. Ini baru indikator awal, tetapi bisa menjadi tambahan energi agar kita lebih disiplin menerapkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar),โ€ kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, di Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Editor:
Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan